October 8, 2009
Categories: Uncategorized . . Author: teateraron . Comments: Leave a Comment

Kris Ginting terpilih untuk berperan menjadi Ferdinand Mendes Pinto seorang utusan Portugis yang datang ke Kerajaan Haru pada masa sebelum penyerangan Aceh. Kris yang pernah bermain sebagai tokoh antagonis dalam sinetron Nande Rudang beberapa waktu lalu. Dalam sinetron itu Kris yang menjadi tokoh Andy berpartner dengan Joey Bangun sebagai Tanta yang mencuri cabe di ladang keluarga Rudang. Read More…
Cover Buku Kalender Acara TIM edisi September – Oktober
Isi dalam bahasa Indonesia dan Inggris
~~~~
Pertunjukan PUTRI HIJAU terpilih menjadi cover buku kalender acara Taman Ismail Marzuki (TIM) edisi September – Oktober 2009. PUTRI HIJAU telah menyisihkan berbagai acara kesenian yang digelar di Taman Ismail Marzuki selama bulan September – Oktober 2009. Kepastian ini diterima Teater Aron saat penerbitan buku kalender acara TIM tadi siang. Read More…
Teater Aron akan menghadirkan 3 tarian kontemporer (Contemporary Dance) dan 3 tarian tradisional (Traditional Dance) di pertunjukan PUTRI HIJAU yang digelar 16 & 17 Oktober nanti di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki.
Berbeda dengan pertunjukan Pawang Ternalem tahun lalu yang memakai 8 lagu soundtrack dan 2 jenis tarian kontemporer, di pertunjukan PUTRI HIJAU nanti Teater Aron sama sekali tidak menciptakan lagu soundtrack khusus. Di pertunjukan PUTRI HIJAU nanti Teater Aron lebih mengedepankan gerakan inovatif dengan tata visual panggung yang atraktif.
TARIAN KONTEMPORER
Tarian ini langsung diciptakan oleh sutradara/koreografer Joey Bangun. Joey mengusung gerakan-gerakan dasar tari Karo yang diolah dengan gaya inovatif (gerakan tari yang bercerita).
Tari Kontemporer ini akan ditarikan oleh PUTRI HIJAU saat dia merenung di LAU PIRIK Seberaya. Gerakan-gerakan kontemporer juga akan diperagakan NAGA dan MERIAM dalam menyambut PUTRI HIJAU di Lau Pirik.
PUTRI HIJAU juga menggunakan gerakan tari kontemporer saat mandi di PANCUR GADING Deli Tua. Tarian ini penuh dengan gerakan yang akan memancing imajinasi dan fantasi para penonton. Read More…
Teater Aron akan menghadiri Kerja Tahun Peninggaran yang akan dilaksanakan besok malam tanggal 20 Agustus 2009 di lapangan Peninggaran, Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Kehadiran komunitas seni kontemporer Karo di Jakarta ini untuk memenuhi undangan dari Panitia Kerja Tahun Peninggaran yang tahun ini yang menjadi tuan rumah adalah arisan merga Tarigan dan anak berunya.
Selain itu, kehadiran Teater Aron di acara ini dalam rangka ROAD PROMO pertunjukan teater PUTRI HIJAU yang akan digelar tanggal 16-17 Oktober nanti di Taman Ismail Marzuki. Peninggaran adalah kawasan komunitas terbesar Karo dan berpengaruh di Jakarta. Read More…
Dermawanta Sinuraya adalah sang Pawang Ternalem!
Begitulah julukan orang-orang saat menyaksikan pertunjukan Pawang Ternalem 25 Oktober 2008 lalu di Taman Ismail Marzuki. Darwan panggilan lelaki berusia 30 tahun itu bermain apik saat memainkan tokoh legenda termasyur Karo itu. Kini dipertunjukan PUTRI HIJAU Darwan terpilih untuk memerankan Sibayak Karo Sekali, raja kuta Seberaya urung Sukapiring.
Lelaki asal Juhar itu bertalenta tinggi. Bakat seninya terlihat saat menjadi Pengulu Aron pada kerja tahun Himpunan Masyarakat Karo Indonesia (HMKI) 13 Januari 2008 di Tennis Indoor Senayan. Minatnya tidak saja pada akting tapi juga pada tari. Darwan juga telah menciptakan sejumlah lagu Karo. Read More…
Oleh Joey Bangun
“Dikhotomi antara yang tradisional dan yang kontemporer adalah dikhotomi yang problematis. Dalam kehidupan kesenian di Indonesia sekarang, apa yang tradisional juga masih hidup di satu zaman dengan yang modernis dan avant garde,” kata Goenawan Mohamad pada diskusi “Rethinking Tradition” di Goethe Haus Jakarta Sabtu lalu. Diskusi ini menjadi penutup dari acara yang digelar selama beberapa hari, yaitu Regional Dance Summit “Transforming Tradition” di tempat yang sama.
Selain penyair/sastrawan Goenawan Mohamad, hadir pula penari Sardono W Kusumo sebagai nara sumber. Diskusi ini diikuti lebih 200 orang dan uniknya datang dari berbagai negara seperti Thailand, Filipina, Malaysia, Kamboja, Vietnam, Australia, hingga New Zealand. Sementara dari seniman Karo yang hadir saya dan Fredy Ginting (pemeran bapa Rudang yang kini menjadi pemeran utama PUTRI HIJAU). Kebetulan kami menghadiri diskusi ini setelah menghadiri kerja-kerja/ pesta adat di gedung Dittopad Jakarta Pusat siangnya. Read More…
Dermawi Tarigan terpilih untuk memerankan Maharaja Diraja Kerajaan Haru. Sosok aktor terbaik Pawang Ternalem ini dirasa paling tepat untuk memerankan raja kerajaan Karo yang berpusat di Deli Tua itu. Dermawi yang di Pawang Ternalem berperan sebagai Datuk Rubia Gande mempunyai karisma tersendiri sebagai aktor. Sehingga sosok raja kerajaan Haru ini akan dimainkan dengan pesona tersendiri olehnya.
Kehadiran pria kelahiran 1958 ini minggu lalu di latihan Babak III naskah PUTRI HIJAU karya sutradara Joey Bangun sudah menarik perhatian. Sosoknya langsung menghidupkan suasana latihan. “Kami jadi lebih termotivasi untuk berbuat terbaik,” kata seorang pemain utama PUTRI HIJAU.
Dermawi Tarigan adalah aktor tersenior yang dimiliki Teater Aron. Tidak ada seorangpun percaya kalau bapak ini adalah orang Karo. Sosoknya tidak seperti laki-laki Karo kebanyakan. Rambutnya yang berwarna putih dibiarkan tumbuh gondrong lebih dari sebahu. Gayanya perlente dan urak-urakan khas gaya para seniman tempo doeloe. Pernah bermain di banyak film layar lebar dan sinetron. Terutama untuk tokoh-tokoh antagonis. Read More…
Teater Aron akhirnya memilih Jose Rizal Manua memerankan Sultan Ala Alddin Ri’ayat Syah Al’Qahhar, raja kerajaan Samudera Pasai.
Aktor dan Penyair kelahiran Padang, 14 September 1954 itu dinilai paling layak untuk memerankan tokoh Sultan Aceh di era abad 16 ini. Kepastian bersedianya bang Jose panggilan akrab beliau diterima Teater Aron beberapa Minggu lalu saat beliau sedang menyiapkan pertunjukan Teater Tanah Air yang dipentaskan di Taman Ismail Marzuki 18, 19 Juli 2009 lalu.
Jose Rizal Manua adalah termasuk sesepuh jagat teater Indonesia. Namanya berkibar seiring berkibarnya maestro teater seperti W.S Rendra, Arifin C Noer, Teguh Karya, Putu Wijaya, Nano Riantiarno. Di teater, bang Jose pernah bergabung dengan Bengkel Teater Rendra, Teater Mandiri Putu Wijaya, Dapur Teater Remy Silado. Kini, selain menjadi dosen tetap fakultas seni petunjukan jurusan teater Institut Kesenian Jakarta, bang Jose juga menjadi sutradara/pimpinan di komunitas Teater Tanah Air. Kelompok ini pernah menyabet gelar Best Performance dalam The Asia Pasific Festival of Children Theater di Toyoma Jepang. Bang Jose juga pernah meraih gelar sutradara terbaik dalam 9th World Festival of Children Theater di Lingen Jerman. Pada 10 th World Festival of Children Theater di Moskow Rusia, bang Jose meraih gelar Best Performance. Read More…
SELAMAT & SUKSES
untuk
PADUAN SUARA SERAFICA
(Moria GBKP Klasis Jakarta)
Pimpinan bapak Jeramin Silangit
Terpilih mewakili DKI Jakarta
Pada Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional (Pesparawi) di Samarinda November 2009.
Semoga talenta yang diberikan bisa terdedikasi demi kemulian nama Tuhan dan juga sebagai eksistensi talenta-talenta Karo di tingkat Nasional.
~
Dari Kami
Joey Bangun
dan
Keluarga Besar TEATER ARON